it's about mikrotik and cisco kang

BTemplates.com

Sabtu, 21 Januari 2017

PPTP Side to Side

Nama  : Arya Gilang Saputra
"SSH"
Tanggal : 21 januari 2017
Kelas   : XII TKJ2
SKSD : -
No Jobsheet :  27
Guru bidang : Maman Hariana S.Kom

PPTP Side to Side


 
 
1. set name pada setiap router (mikrotik)
2. masuk winbox search ip lalu connect
3. lakukan konfigurasi pada router isp (R1) terlebih dahulu
 
   ip address
- 10.10.10.1/24 ether2
- 192.168.11.1/24 ether1
- 20.20.20.1/24 ether3

    ip dns
- 8.8.8.8 8.8.4.4 centang allow

    ip firewall
- nat- srcnat -out.int(ether1) -action(masquerade)

    ip route
-192.168.11.1
-dst (192.168.10.0/24 gateway 10.10.10.2)
-dst (192.168.20.0/24 gateway 20.20.20.2)

kamudian ping 8.8.8.8 di terminal



4. router jakarta(r2)

    ip address
- 10.10.10.2/24 ether1
- 192.168.10.1/24 ether3

    ip dns
- 8.8.8.8 8.8.4.4 centang allow

    ip firewall
- nat- srcnat -out.int(ether1) -action(masquerade)

    ip route
- 10.10.10.1

    buat pptp
-klik ppp- klik pptp server- lalu klik enable
-klik submenu secrets- klik (+) untuk membuat user baru
    user : anggi
    pass : 1234
    service : pptp
    local add : 1.1.1.1
    remote add : 1.1.1.2
    routers    : 192.168.20.0/24 1.1.1.2 (ok)

kemudian ping 8.8.8.8 dan 192.168.20.1 pastikan reply



5. router surabaya (r3)

 ip address
- 20.20.20.2/24 ether1
- 192.168.20.1/24 ether3

    ip dns
- 8.8.8.8 8.8.4.4 centang allow

    buat pptp
-klik ppp- klik(+) pilih pptp client
submenu gineral name = to jakarta(r2)
submenu dial out : connect to = 10.10.10.2
            user =anggi
            pass =1234

    ip firewall
- nat- srcnat -out.int(ether1) -action(masquerade)
- nat- srcnat -out.int(to jakarta) -action(masquerade)

kemudian ping 8.8.8.8 dan 192.168.10.1 pastikan reply



6. hasilnya
   a. ping pc1 ke pc2

  b. ping pc2 ke pc1
Share:

SSH

Nama  : Arya Gilang Saputra
"SSH"
Hari/Tanggal : Senin, 21/11/2016
Kelas   : XII TKJ2
SKSD : -
No Jobsheet :  21
Guru Bidang : Maman Hariana S.Kom


SSH



Melanjutkan topologi sebelumnya, karena jalur telnet menggunakan clear text yang berarti jalur yang lewat masih bisa dilihat (tidak aman), maka untuk mengamankan jalur remot ini bisa menggunakan SSH (Secure Shell).

Yang diperhatikan untuk membuat SSH adalah : 


1. Hostname tidak boleh default
2. Harus ada domain name
3. Authentication nya menggunakan username dan password
4. Deskripsikan dijalur telnet bahwa akan menggunakan SSH
5. Generate Crypto Key

Config dirouternya :

R1(config)#hostname RT0
RT0(config)#ip domain-name Bimo.web.id
RT0(config)#crypto key generate rsa
The name for the keys will be: RT0.Bimo.web.id
Choose the size of the key modulus in the range of 360 to 2048 for your
General Purpose Keys. Choosing a key modulus greater than 512 may take
a few minutes.
How many bits in the modulus [512]: 512
% Generating 512 bit RSA keys, keys will be non-exportable...[OK]

Penjelasan :

Pada bagian perintah “crypto key generate rsa” akan ditannyakan berapa panjang bit yang ingin dimasukkan, pilihannya 512 dab mmaksimal 2048, itu menandakan panjang key datanya, semakin panjang key data akan semakin aman, tetapi semakin membebani perangkat, jika hanya untuk belajar gunakan 512 saja.

Berikut ini untuk menampilkan hasil encripsi key :

RT0(config)#do sh crypto key mypubkey rsa
% Key pair was generated at: 0:2:24 UTC Mar 1 1993
Key name: RT0.Bimo.web.id
 Storage Device: not specified
 Usage: General Purpose Key
 Key is not exportable.
 Key Data:
 0000078a  00007ee6  00006c39  00002a80  00001b9a  0000486b  000075ca  000075a8
 000033d0  00007efe  00000faf  00003d5d  000031c3  0000462e  0000364c  00001743
 00007419  00006351  000035aa  00000b0f  00006043  0000706e  000020ca  7c8e
% Key pair was generated at: 0:2:24 UTC Mar 1 1993
Key name: RT0.Bimo.web.id.server
Temporary key
Usage: Encryption Key
 Key is not exportable.
 Key Data:
 00003468  0000365a  00005339  000076e9  0000359e  00007220  000030e5  00003d27
 00000e60  000009a6  0000182f  000043f3  0000713d  0000738e  00003a41  000078a0
 000053cd  0000565b  00004da2  0000796a  000055e9  000022d5  00004f07  22ff 
Share:

ACL Standar

Nama  : Arya Gilang Saputra
"ACL Standar"
Hari/Tanggal : Senin, 21/11/2016
Kelas   : XII TKJ2
SKSD : -
No Jobsheet :  11
Guru Bidang : Maman Hariana S.Kom

ACL Standart

Karakterisik ACL secara umum
- Menentukan tipe traffic yang akan di control
- Menentukan karakteristrik traffic
- Mengidentifikasi traffic dengan permit atau deny
- Dapat men-deny traffic spesifik atau secara keseluruhan
- Terdapat implisit deny any pada akhir baris access list secara default
- Masing-masing baris hanya untuk satu protokol spesifik
- Masing-masing interface router maksimal hanya punya dua access list untuk masing-
masing protocol, satu incoming traffic dan satu outgoing traffic
-  Ketika access list di assign untuk interface, tentukan apakah untuk incoming atau outgoing
- Access list sifatnya global di router, tapi filter traffic hanya berlaku di interface yang di assign
access list
- Masing-masing access list dapat di assign ke beberapa interface
- Akan tetapi tiap interface hanya boleh satu incoming dan satu outgoing
- Access list dapat digunakan untuk nge-log traffic yang match dengan access list statement
 - Access list yang di applied ke inbound traffic dilakukan sebelum routing decision
- Access list yang di applied ke outbound traffic dilakukan setelah routing decision
- Ketikkan rule access list secara berurutan, dengan statement paling restrictive berada di
atas

ACL Standard
1. Nomor : 1-99
2. Digunakan untuk filter source IP address
3. Permit / Deny semua protocol suite TCP/IP
4. Tips : assign pada router yang terdekat dengan destination (close to the destination
router)

Konfigurasi nya :

 a. Berikan IP pada Router dan PC / Laptop :
   - Untuk memberi nama pada setiap router konfigurasinya :
     - Router(config)#hostname R1
     - R1(config)#no domain-look

   - R1             : Fa 0/0   = 12.12.12.1/24
                        Fa 0/1   = 192.168.10.1/24
                        Fa 0/1/0 = 192.168.20.1/24
   - Laptop2    : Fa 0     = 192.168.10.2/24 gateway = 192.168.10.1
   - Laptop3    : Fa 0       = 192.168.20.2/24 gateway = 192.168.20.11
   - R2             : Fa 0/0   = 12.12.12.2/24
                        Fa 0/1   = 20.20.20.1/24
   - Server       : Fa 0       = 20.20.20.2/24 gateway = 20.20.20.1
b. Buat OSPF pada setiap Router :
 - Setting R1 :
   - R1(config)#router ospf 1
   - R1(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255 area 0
   - R1(config-router)#network 192.168.10.0 0.0.0.255 area 0
   - R1(config-router)#network 192.168.20.0 0.0.0.255 area 0
   - R1(config-router)#ex
   - R1(config)#do wr
     Building configuration...
     [OK]
     R1(config)#
 - Setting R2 :
   - R2(config)#router ospf 1
   - R2(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255 area 0
   - R2(config-router)#network 20.20.20.0 0.0.0.255 area 0
   - R2(config-router)#ex
   - R2(config)#do wr
     Building configuration...
     [OK]
     R2(config)#
c. Untuk memblokir akses dari Laptop2 ke Server
 - R2(config)#access
 - R2(config)#access-list 1 deny 192.168.10.0 0.0.0.255
 - R2(config)#access-list 1 permit any
 - R2(config)#int fa 0/1
 - R2(config-if)#ip access-group 1 out

Hasil Konfigurasi :

PC1 yang bisa mengakses



PC0 Tidak bisa Mengakses

Share:

Rabu, 18 Januari 2017

ACL Extended

Nama  : Arya Gilang Saputra
"ACL Extended"
Hari/Tanggal : Senin, 21/11/2016
Kelas   : XII TKJ2
SKSD : -
No Jobsheet :  11
Guru Bidang : Maman Hariana S.Kom


ACL Extended

Karakterisik ACL secara umum
 Menentukan tipe traffic yang akan di control
 Menentukan karakteristrik traffic
 Mengidentifikasi traffic dengan permit atau deny
 Dapat men-deny traffic spesifik atau secara keseluruhan
 Terdapat implisit deny any pada akhir baris access list secara default
 Masing-masing baris hanya untuk satu protokol spesifik
 Masing-masing interface router maksimal hanya punya dua access list untuk masing- masing protocol, satu incoming traffic dan satu outgoing traffic
 Ketika access list di assign untuk interface, tentukan apakah untuk incoming atau outgoing
 Access list sifatnya global di router, tapi filter traffic hanya berlaku di interface yang di assign access list
 Masing-masing access list dapat di assign ke beberapa interface
 Akan tetapi tiap interface hanya boleh satu incoming dan satu outgoing
 Access list dapat digunakan untuk nge-log traffic yang match dengan access list statement
 Access list yang di applied ke inbound traffic dilakukan sebelum routing decision
 Access list yang di applied ke outbound traffic dilakukan setelah routing decision
 Ketikkan rule access list secara berurutan, dengan statement paling restrictive berada di atas

ACL Extended
1. Nomor : 100-199
2. Digunakan untuk filter source dan destination IP address
3. Dapat memfilter spesifik protocol IP dan port number
4. Tips : assign pada router yang terdekat dengan source (close to the source router)

Konfigurasinya :

a. Berikan IP pada Router dan PC / Laptop :
   - Untuk memberi nama pada setiap router konfigurasinya :
     - Router(config)#hostname R1
     - R1(config)#no domain-look

   - R1     : Fa 0/0   = 12.12.12.1/24
                Fa 0/1   = 192.168.10.1/24
                Fa 0/1/0 = 192.168.20.1/24
   - Laptop2    : Fa 0     = 192.168.10.2/24 gateway = 192.168.10.1
   - Laptop3    : Fa 0       = 192.168.20.2/24 gateway = 192.168.20.11
   - R2     : Fa 0/0   = 12.12.12.2/24
                Fa 0/1   = 20.20.20.1/24
   - Server    : Fa 0       = 20.20.20.2/24 gateway = 20.20.20.1
b. Setting R1 :
 - access-list 100 deny tcp 192.168.10.0 0.0.0.255 host 20.20.20.2 eq www
 - access-list 100 permit ip any any
 - int fa 0/1
 - ip access-group 100 in

Hasil Konfigurasi :

Laptop 2 tidak dapat mengakses web dari server
 Laptop3 dapat mengakses web dari server
Share:

VPN ( Virtual Private Network)

VPN ( Virtual Private Network)


Konfigurasi nya :
- Pemberian IP Address
- ISP(R1)       : eth0 : 192.168.11.2/24
                       eth1 : 10.10.10.1/30
                       eth2 : 192.168.100.1/24
- Bogor(R2)  : eth0 : 10.10.10.2/30
                       eth1 : 192.168.10.1/24
- Win Xp        : eth0 : 192.168.100.2/24 192.168.100.1
- VPCS          : eth0 : 192.168.10.2/24 192.168.10.1

Setting ISP(R1) :

- Buat Internet Gateway

Setting Bogor(R2) :

- Buat Internet Gateway
- Lalu Setting PPP
 - Enable PPtP server
 - Klik PPP lalu Secret
 - Buat User
  - Username
  - Password
  - Service : pptp
  - Local address 192.168.10.1
  - Remote Address 192.168.10.(bebas)

Lalu Ke Win XP :

- Control Panel
- Network Connection
- Klik Create a new connection
- Klik Next
- Pilih Connect to the network at my workplace
- Pilih VPN
- Beri Nama Company
- lalu masukkan ip bogor eth 1 = 10.10.10.2
- Finish
- lalu connect dengan username dan password
Setelah terhubung Ping dari xp ke vpcs


Share:

Senin, 09 Januari 2017

POINT TO POINT DENGAN UBIQUITI

Nama : Arya Gilang Saputra
Tanggal : 10/01/2017
Kelas : XII TKJ 2
“JOBSHEET WIRELESS POINT TO POINT DENGAN UBIQUITI“
SK/KD : -
No.jobsheet : 22
Guru Produktif : P.Maman S.kom



Internet akan di distribusikan ke gedung kampus Bina Darma, sehingga komputer yang ada dapat mengakses internet yang di sharing dari ISP. Pada studi kasus kali ini menggunakan perangkat Ubiquiti Nano Bride M5 atau Nano Station M2.

I. Penjelasan

Jaringan Point to Point adalah jaringan yang terdiri atas beberapa koneksi pasangan individu dari mesin-mesin. Untuk pergi dari satu sumber ke tempat tujuan, sebuah paket pada jaringan jenis ini mungkin harus melalui satu atau lebih mesin-mesin perantara. Seringkali harus melalui banyak rute (route) yang mungkin berbeda jaraknya. Oleh karena itu, algoritma routing memegang peranan penting pada jaringan point to point. Secara umum jaringan yang lebih kecil dan terlokalisasi secara geografis cenderung memakai jaringan broadcast, sedangkan jaringan yang lebih besar umumnya menggunakan point to point.

B. Alat – alat
1.      PC/Laptop
2.      Radio ubiquiti
3.      Tower
4.      Kabel Stop contac
5.      Alat keselamatan
6.      Winbox
7.      Dua Buah Mikrotik

ket : Antena 1 = Access point
Antena 2 = Station

KONFIGURASI :

Antena 1
1. Sekarang kita akan mengkonfigurasi “Antena Satu” yang ada pada tower ISP. Pastikan perangkat radio telah dirakit dengan benar dan telah dihidupkan. Hubungkan perangkat radio ke laptop untuk melakukan konfigurasi.

2. Secara default perangkar radio Ubiquiti memiliki IP Address 192.168.1.30 sehingga laptop yang kita gunakan harus menggunakan ip yang sama (satu network contoh 192.168.1.5).

3. Buka browser (mozilla, IE atau Opera), kemudian ketik URL http://192.168.1.30 kemudian login menggunakan user =ubnt dan password = ubnt

4.1). Wireless Mode = Access Point
2). Ceklist WDS
3). SSID = AP
4). Channel Width = 20 Mhz
5). Channel Setting = Enable
6). Frequency, Mhz = 2442
7). Security = WPA2-AES
8). WPA Authentication = PSK
9). WPA Preshared Key = (isi kan password yang kamu inginkan)
10). Klik Change
5. Setelah semua disesuaikan, lanjutkan dengan klik Change > Apply

6. Selanjutnya pindah ke “Antena Dua”

Antena 2
1. Konfigurasi pada Ubiquiti “Antena Dua” hampir sama, tetapi pada Antena Dua mode wireless menjadi station.

2. Secara default perangkar radio Ubiquiti memiliki IP Address 192.168.1.40 sehingga laptop yang kita gunakan harus menggunakan ip yang sama (satu network contoh 192.168.1.5).


3. Buka browser (mozilla, IE atau Opera), kemudian ketik URL http://192.168.1.40 kemudian login menggunakan user =ubnt dan password = ubnt

4. Masuk kelaman > 1). Wireless Mode = Access Point
2). Ceklist WDS
3). SSID = AP
4). Channel Width = 20 Mhz
5). Channel Setting = Enable
6). Frequency, Mhz = 2442
7). Security = WPA2-AES
8). WPA Authentication = PSK
9). WPA Preshared Key = (isi kan password yang kamu inginkan)
10). Klik Change
5. Kita Konfigurasi Mikrotik nya
1). Kita Bridge ether1 (terhubung dengan antena) dengan ether2 (terhubung dengan PC / Laptop)
2). Kemudian ke tab Wireless dan aktifkan sebagai AP-Bridge
3). Setelah Itu Setting Channel Width = 20 Mhz dan Frequensy = 2412
4). Kemudian Ok dan lanjut ke tab Security
5). Security = Dynamic
6). WPA 2 PSk = (Isikan Password sesuai yang kamu ingingkan)
7). Setelah itu kita atur alamat IP
IP Bridge = 192.168.1.2/24
IP Wireless = 172.30.1.1/24
8). Kemudian Setting Gateway = 192.168.1.1
9). lalu Ke DNS = 8.8.8.8
10). lalu atur Firewal NAT Chain = srcnat , out.int = Wireless , action = masquerade
11). Setelah itu Kita atur DHCP Server dengan IP Wireless
12). Selesai


8. Tes pengujian PING ke arah gateway


Share:

Jumat, 25 November 2016

Superlab 3

Nama  : Arya Gilang         Saputra
"Superlab 3"
Hari/Tanggal : Sabtu, 26/11/2016
Kelas   : XII TKJ2
SKSD : -
No Jobsheet :  12
Guru Bidang : Maman Hariana S,Kom

Topologi

Konfigurasi
    Konfigurasikan IP IDN-R1 dengan ip seperti berikut ini, netmasknya /24, pastikan no shutdown interfacenya

================================
Konfigurasi dynamic routing eigrp pada IDN-R1 menuju ke arah IDN-R2 :

Router(config)#router eigrp 10
Router(config-router)#net 12.12.12.0
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#ex

================================

Konfigurasi static routing pada IDN-R1

Router(config)#ip route 123.123.123.0 255.255.255.0 12.12.12.2
Router(config)#ip route 113.113.113.0 255.255.255.0 12.12.12.2
Router(config)#ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 12.12.12.2
Router(config)#ip route 20.20.20.0 255.255.255.0 12.12.12.2
Router(config)#ip route 30.30.30.0 255.255.255.0 12.12.12.2
Router(config)#ip route 40.40.40.0 255.255.255.0 12.12.12.2

===================================================

Selanjutnya Konfigurasi pada IDN-R2











Konfigurasikan Ip berikut dengan netmask /24, pastikan no shutdown dan clock rate pada interface DCE (Yang terdapat icon Jam nya)


===================================
Konfigurasi Dynamic routing Pada IDN-R2 :

Router(config)#router eigrp 10
Router(config-router)#net 12.12.12.0
Router(config-router)#net 23.23.23.0
Router(config-router)#net 24.24.24.0
Router(config-router)#net 21.21.21.0
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#ex

===================================
Konfigurasi static Routing pada IDN-R2

Router(config)#ip route 111.111.111.0 255.255.255.0 12.12.12.1
Router(config)#ip route 123.123.123.0 255.255.255.0 23.23.23.3
Router(config)#ip route 113.113.113.0 255.255.255.0 23.23.23.1
Router(config)#ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 24.24.24.4
Router(config)#ip route 20.20.20.0 255.255.255.0 24.24.24.4
Router(config)#ip route 30.30.30.0 255.255.255.0 24.24.24.4

Router(config)#ip route 40.40.40.0 255.255.255.0 21.21.21.1

====================================

Verifikasi routing table dengan show ip route pada router tersebut. ketik do sh ip route



Selanjutnya Pada router IDN-R3 Konfigurasikan ip address berikut dengan netmasknya /24


=================================
Konfigurasi DHCP pool pada IDN-R3 Untuk client

Router(config)#ip dhcp pool client
Router(dhcp-config)#net 113.113.113.0 255.255.255.0
Router(dhcp-config)#net 113.113.113.0 255.255.255.0
Router(dhcp-config)#default-router 113.113.113.3
Router(dhcp-config)#dns-server 111.111.111.2

Router(dhcp-config)#ex

================================

Konfigurasi dynamic routing EIGRP pada IDN-R3 untuk client :

Router(config)#router eigrp 10
Router(config-router)#net 23.23.23.0
Router(config-router)#no auto-summary

Router(config-router)#ex

================================

Konfigurasi Static Routing pada IDN-R3

Router(config)#ip route 111.111.111.0 255.255.255.0 23.23.23.2

Router(config)#ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 23.23.23.2
Router(config)#ip route 20.20.20.0 255.255.255.0 23.23.23.2
Router(config)#ip route 30.30.30.0 255.255.255.0 23.23.23.2

Router(config)#ip route 40.40.40.0 255.255.255.0 23.23.23.2

================================

Verifikasi Routing tabel pada Router Tersebut. ketik do sh ip route



Selanjutnya kita pindah ke IDN-R4. pada IDN-R4 konfigurasikan ip berikut dengan netmask /24




Konfigurasi virtual interface pada IDN-R4 :

Router(config)#int fa 0/0
Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#int fa 0/0.10
Router(config-subif)#ip add 10.10.10.4 255.255.255.0
Router(config-subif)#ex

Router(config)#int fa 0/0.20
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 20
Router(config-subif)#ip add 20.20.20.4 255.255.255.0
Router(config-subif)#ex

Router(config)#int fa 0/1
Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#int fa 0/1.30
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 30
Router(config-subif)#ip add 30.30.30.4 255.255.255.0

========================================

Konfigurasi dynamic routing pada IDN-R4 :

Router(config)#router eigrp 10
Router(config-router)#net 24.24.24.0
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#ex

========================================

Konfigurasi static Routing pada IDN-R4

Router(config)#ip route 111.111.111.0 255.255.255.0 24.24.24.2
Router(config)#ip route 123.123.123.0 255.255.255.0 24.24.24.2
Router(config)#ip route 113.113.113.0 255.255.255.0 24.24.24.2

Router(config)#ip route 40.40.40.0 255.255.255.0 24.24.24.2

=========================================

verifikasi routing tabel pada router tersebut




Selanjutnya pada IDN-MLS1 (Multilayer switch1) konfigurasi seperti berikut.

Switch(config)#vlan 40

Switch(config-vlan)#name vlan40
Switch(config-vlan)#ex

Switch(config)#int vlan 40
Switch(config-if)#ip add 40.40.40.1 255.255.255.0
Switch(config-if)#ex

Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if)#no switchport
Switch(config-if)#ip add 21.21.21.1 255.255.255.0

Switch(config)#int ra fa 0/2-3
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 40




Konfigurasi DHCP VLAN untuk client pada IDN-MLS1

Switch(config)#ip dhcp pool vlan40
Switch(dhcp-config)#net 40.40.40.0 255.255.255.0
Switch(dhcp-config)#default-router 40.40.40.1
Switch(dhcp-config)#dns-server 111.111.111.2
Switch(dhcp-config)#ex

==================================

Konfigurasi Dynamic Routing pada IDN-MLS1

Switch(config)#ip routing
Switch(config)#router eigrp 10
Switch(config-router)#net 21.21.21.0

Switch(config-router)#no auto-summary

========================================

Konfigurasi static Routing pada IDN-MLS1

Switch(config)#ip route 111.111.111.0 255.255.255.0 21.21.21.2
Switch(config)#ip route 123.123.123.0 255.255.255.0 21.21.21.2
Switch(config)#ip route 113.113.113.0 255.255.255.0 21.21.21.2
Switch(config)#ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 21.21.21.2
Switch(config)#ip route 20.20.20.0 255.255.255.0 21.21.21.2

Switch(config)#ip route 30.30.30.0 255.255.255.0 21.21.21.2

=========================================

Verifikasi routing pada router tersebut



IDN-SW1
Pada IDN-SW1 akan mengkonfigurasikan VLAN dan Trunking agar vlan dapat terhubung pada perangkat yang lainnya

Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name vlan10
Switch(config-vlan)#ex

Switch(config)#vlan 20
Switch(config-vlan)#name vlan20
Switch(config-vlan)#ex

Switch(config)#int fa 0/2
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10
Switch(config-if)#ex

Switch(config)#int fa 0/3
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 20
Switch(config-if)#ex


Konfigurasi Switch Trunking pada IDN-SW1

Switch(config)#int fa 0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk
===================================

Verifikasi interface trunking pada switch tersebut


Pada IDN-Sw2 akan mengkonfigurasi VLAN dan trunking agar VLAN dapat terhubung dengan perangkat lainnya

Switch(config)#vlan 30
Switch(config-vlan)#name vlan30
Switch(config-vlan)#ex

Switch(config)#in ra fa 0/2-3
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 30
Switch(config-if-range)#ex


IDN-SW2


Konfigurasi Trunking pada IDN-SW2

Switch(config)#int fa 0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk

Switch(config-if)#ex

Verifikasi Interface trunking pada IDN-SW2





Berikutnya setting DNS pada Server, masuk pada menu service dan pilih DNS. masukan ip dan domain yang akan saling menerjemahkan satu sama lain.




Jika Sudah test ping di PC1

                             
Share:

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Labels